THE POSITION OF THE GOVERNOR IN THE INDONESIAN CONSTITUTIONAL SYSTEM ACCORDING TO THE 1945 CONSTITUTION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND ITS DYNAMICS FROM TIME TO TIME
DOI:
https://doi.org/10.18623/rvd.v23.3505Keywords:
Governor, Position, State Administration, DynamicsAbstract
This study aims to identify the position of the Governor within Indonesia’s constitutional structure and its dynamics over time, The research uses a normative legal method with statutory, case, and historical approaches. The findings indicate that the Governor holds a dual position—as a regionally elected head of a province and as a representative of the central government—which creates tension due to differing sources of legitimacy and conflicting interests. Therefore, a reorganization of the Governor’s role is necessary, particularly in terms of coordinating, guiding, and supervising regencies/cities as a representative of the central government, and aligning such authority with the decentralized principles of the NKRI. The study recommends a review of existing regulations governing central and regional authority to avoid overlapping powers. It also encourages academics and the public to critically analyze the practical implementation of such relationships as a form of oversight and to help improve public service delivery.
References
A. M. Fatwa. (2009). Potret konsititusi pasca amandemen UUD 1945. Kompas Penerbit Buku.
Agus Dwiyanto, dkk. (2003). Reformasi tata pemerintah dan otonomi daerah (Cetakan pertama). Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM.
Ahmad Sukardjo. (2012). Hukum tata negara dan hukum administrasi negara dalam perspektif fikih syariah. Sinar Grafika.
Aminuddin Ilmar. (2014). Hukum tata pemerintahan. Kencana.
Amrah Muslimin. (1978). Aspek-aspek otonomi daerah. Alumni.
A. Muin Fahmal & Sri Amlinawaty A. Muin. (2024). Hukum administrasi negara: Pengertian dan asas-asas. Setara Press.
A. Muin Fahmal. (2008). Peran asas-asas umum pemerintahan yang layak dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih. Total Media.
Andi Pangerang Moenta & Syafa’at Anugrah Pradana. (2018). Pokok-pokok hukum pemerintahan daerah. PT RajaGrafindo.
Bagir Manan. (1994). Hubungan antara pusat dan daerah menurut UUD 1945. Pustaka Sinar Harapan.
Bagir Manan & Kuntana Magnar. (1997). Beberapa masalah hukum tata negara Indonesia. Alumni.
Bagir Manan. (2001). Menyongsong fajar otonomi daerah. Penerbit Pusat Studi Hukum FH UII.
Bheyamin Hoessein. (2009). Hubungan pusat dan daerah dalam konteks pemerintahan umum pemerintahan daerah di Indonesia. Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia.
C. F. Strong. (2004). Konstitusi-konstitusi politik modern: Studi perbandingan tentang sejarah dan bentuk-bentuk konstitusi dunia. Nuansa dan Nusamedia.
C. F. Strong. (2014). Modern political constitusions: An introduction to the comparative study of the history and existing form. Genta Publishing.
Dedi Muliadi. (2014). Internalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila dalam dinamika demokrasi dan perkembangan ketatanegaraan Indonesia. PT Refika Aditama.
Edie Toet Hendratno. (2009). Negara kesatuan, desentralisasi, dan federalisme. Graha Ilmu & Universitas Pancasila Press.
Fahmi Amrusi dalam Ni’matul Huda. (2012). Hukum pemerintahan daerah. Nusamedia.
Fathur Rahman. (2018). Teori pemerintahan. UB Press.
Hambali Tahlib. (2009). Sanksi pemidanaan dalam konflik pertanahan kebijakan alternatif penyelesaian konflik pertanahan di luar kodifikasi hukum pidana. Kencana.
HM Wahyudi Husein & H. Hufron. (2008). Politik hukum & kepentingan. Laksbang Presindo & Pusderankum.
Hanif Nurcholis. (2007). Teori dan praktek pemerintahan dan otonomi daerah. Grasindo.
J. Kaloh. (2007). Mencari bentuk otonomi daerah: Suatu solusi dalam menjawab kebutuhan lokal dan tantangan global. Rineka Cipta.
J. Wajong. (1975). Asas dan tujuan pemerintah daerah. Jambatan.
Janedjri M. Gaffar. (2012). Politik hukum pemilu. Konstitusi Press.
Jimly Asshiddiqie. (2002). Konsolidasi naskah UUD 1945 setelah perubahan ke empat. Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Jimly Asshiddiqie. (2010). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.
Joeniarto. (1979). Perkembangan pemerintah lokal. Offset Alumni.
Josef Riwu Kaho. (1991). Prospek otonomi daerah di negara RI. Rajawali Pers.
Josef Riwu Kaho. (2012). Analisis hubungan pemerintah pusat dan daerah di Indonesia (Cetakan ke-3). Center for Politics and Government (PolGov) Fisipol UGM.
Juanda. (2004). Hukum pemerintahan daerah: Pasang surut hubungan kewenangan antara DPRD dan kepala daerah. PT Alumni.
Jum Anggriani. (2012). Hukum administrasi negara. Graha Ilmu.
Leo Agustino. (2009). Pilkada dan dinamika politik lokal. Pustaka Pelajar.
Lukman Santoso. (2015). Hukum pemerintahan daerah (Problematika pemekaran daerah pasca reformasi di Indonesia) (Cetakan pertama). Pustaka Pelajar.
Martin Jimung. (2005). Politik lokal dan pemerintahan daerah dalam perspektif otonomi daerah. Yayasan Pustaka Nusantara.
Mexsasai Indra. (2011). Dinamika hukum tata negara Indonesia. PT Refika Aditama.
Miriam Budiarjo & Ibrahim Ambong (Eds.). (1993). Fungsi legislatif dalam sistem politik Indonesia. RajaGrafindo Persada.
Mirza Nasution. (2011). Pertanggungjawaban gubernur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. PT Sofmedia.
Moh. Mahfud MD. (1993). Politik hukum di Indonesia. LP3ES.
Muhammad Fauzan. (2006). Hukum pemerintahan daerah. UII Press.
Muhammad Labolo. (2007). Memahami ilmu pemerintahan: Suatu kajian teori, konsep dan pengembangannya. PT RajaGrafindo Persada.
Ni’matul Huda. (2005). Hukum tata negara Indonesia. Grafindo Persada.
Nomensen Sinamo. (2010). Hukum administrasi negara. Jala Permata Aksara.
Nur Basuki Winarno. (2008). Penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi. Laksbang Mediatama.
Nurul Qamar. (2018). Negara hukum atau negara kekuasaan (Rechtsstaat or machtstaat). CV Social Politic Genius (SIGn).
Oentarto. (2004). Menggagas forma otonomi daerah masa depan. Samitra Media Utama.
P. Rosodjatmiko. (1982). Pemerintahan di daerah dan pelaksanaannya. Tarsito.
Philipus M. Hadjon. (2011). Hukum administrasi dan tindak pidana korupsi. Gadjah Mada University Press.
Pipin Syarifin & Dedah Jubaedah. (2005). Hukum pemerintahan daerah. Pustaka Bani Quraisy.
Poerwadarminta. (2016). Kamus umum bahasa Indonesia (Edisi kelima). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Ramlan Surbakti. (2010). Memahami ilmu politik (Cetakan ke-7). RajaGrafindo.
Ridwan. (2006). Hukum administrasi negara. Rajawali Pers.
Ridwan. (2007). Hukum administrasi negara. PT RajaGrafindo Persada.
Ridwan. (2009). Hukum administrasi di daerah (Cetakan pertama). FH UII Press.
Ridwan. (n.d.). Diskresi & tanggung jawab pemerintah. FH UII Press.
Rusdianto Sesung. (2013). Hukum otonomi daerah (Negara kesatuan, daerah istimewa, dan daerah otonomi khusus). PT Refika Aditama.
SF Marbun. (1997). Peradilan administrasi negara dan upaya administratif di Indonesia. Liberty.
SF Marbun. (2018). Hukum administrasi negara I (Administrative law I) (Cetakan kedua revisi). FH UII Press.
Saraundajang. (2000). Arus balik kekuasaan pusat ke daerah. Pustaka Sinar Harapan.
Sirajuddin, dkk. (2016). Hukum administrasi pemerintahan daerah (Sejarah, asas, kewenangan, dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah). Setara Press.
Sirojul Munir. (2013). Hukum pemerintahan daerah di Indonesia: Konsep, azas, dan aktualisasinya. Genta Publishing.
Sri Soemantri. (1981). Pengantar perbandingan antar hukum tata negara. CV Rajawali.
Suryo Sakti Hadiwijoyo. (2011). Gubernur (Kedudukan, peran, dan kewenangannya). Graha Ilmu.
Syahda Guruh Langkah S. (2000). Menimbang otonomi vs federal: Mengembangkan wacana federalisme dan otonomi luas menuju masyarakat madani Indonesia. PT Remaja Rosdakarya.
Syaukani, Afan Gaffar, & M. Ryaas Rasyid. (2002). Otonomi daerah dalam negara kesatuan. Pustaka Pelajar.
Titik Triwulan. (2006). Pokok-pokok hukum tata negara. Prestasi Pustaka.
Tri Ratnawati. (2003). Hubungan kewenangan antara pusat dan daerah dalam otonomi daerah di Indonesia: Peluang, kendala, dan implikasi. Pusat Peneliti Politik LIPI.
Utang Rosidin. (2015). Otonomi daerah dan desentralisasi. CV Pustaka Setia.
Widodo Dwi Putro & Ani Adiniwinata Nawir. (2018). Kelola hutan di rezim semi sentralisasi (Tinjauan kritis dampak UU No. 23 Tahun 2014 pada beberapa rezim pengelolaan hutan berbasis masyarakat). Polydoor Printika.
Yusnani Hasyimzoem. (2017). Hukum pemerintahan daerah. PT RajaGrafindo Persada.
Iwan Satriawan, Ade Arif F., & S. Khoiriah. (2017). Hukum pemerintahan daerah. PT RajaGrafindo Persada.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
I (we) submit this article which is original and unpublished, of my (our) own authorship, to the evaluation of the Veredas do Direito Journal, and agree that the related copyrights will become exclusive property of the Journal, being prohibited any partial or total copy in any other part or other printed or online communication vehicle dissociated from the Veredas do Direito Journal, without the necessary and prior authorization that should be requested in writing to Editor in Chief. I (we) also declare that there is no conflict of interest between the articles theme, the author (s) and enterprises, institutions or individuals.
I (we) recognize that the Veredas do Direito Journal is licensed under a CREATIVE COMMONS LICENSE.
Licença Creative Commons Attribution 3.0


